Apa itu Building Permits dan Housing Start ?

Sunday, April 30, 2017 | comments

Building permit adalah salah satu indikator fundamental yang angkanya memberikan informasi jumlah building permits atau ijin membangun yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selama angkanya positif berarti menunjukkan kondisi negara tersebut dalam kondisi siap membangun dalam beberapa periode kedepan. Karena membangun bukan hanya soal kesiapan dana cash saja, tapi apakah siap sampai bangunan itu selesai.

Kondisi siap, tapi tidak serta merta 100% dananya ada, meski begitu tetap saja berita yang angkanya positif menunjukkan adanya kestabilan  ekonomi. Pada akhirnya akan direspon dengan baik oleh para investor untuk menanam modal melalui sektor pembangunan tadi.

Untuk US sendiri data building permits jarang mendapat respon yang tinggi, karena sektor ini tidak semenarik seperti pada tahun 2008-2009 yang lalu. Pada tahun 2008/2009 US sempat terkena krisis SubPrime Mortgage yang mana data perumahan US sempat menggoncangkan sistem financial dunia. Karena posisi US sebagai negara dengan perusahaan multinasional terbesar didunia, mau tidak mau akan menjadi pusat perhatian para investor di seluruh dunia.

Kolerasi dengan mata uang sendiri saat 2008-2009 masih cukup memberi dampak yang lumayan besar, namun saat ini kurang begitu memberikan efek. Data building permits ini lebih banyak menjadi santapan bagi para trader saham dan investor di bidang kontruksi maupun developer.

Housing Start

Sementara housing start adalah data yang angkanya memberikan informasi dimulainya pembangunan perumahan. Angka positif berarti menunjukkan meningkatnya pembangunan perumahan yang sudah dimulai. Sementara angka negatif menunjukkan tidak ada pembangunan perumahan baru.

Housing start juga memberikan indikasi kondisi ekonomi yang membaik, karena pembangunan rumah berarti kondisi keuangan pemerintah dan masyarakan dalam kondisi siap untuk membangun rumah.

Korelasi ke mata uang, sebelum diprediksikan angka positif atau negatifnya, Anda bisa memprediksi apakah daya beli atau daya membangun perumahan para penduduk sudah siap atau belum, dengan melihat grafik GDP  dan AEI negara terkait. Bila GDP dan AEI nya cenderung naik, berarti tingkat kemakmuran masyarakat juga meningkat, karena GDP dan AEI merupakan grafik mengenai tingkat pendapatan dan earning masyarakat. Apabila selaras dan hasil rilis juga bagus, maka mata uang negara terkait cenderung juga meningkat.

Apa Itu Current Account ?

Saturday, April 29, 2017 | comments


Pengertian Current Account

Current Account adalah selisih nilai dari ekspor dan impor, yang termasuk pula barang maupun jasa, namun tidak termasuk hitungan dari hutang atau kewajiban. Dalam kebijakan ekonomi suatu negara, data ini termasuk penting terutama untuk pada neraca dagang suatu negara.  Meskipun didalamnya berkaitan dengan ekspor dan impor, current account tidak sama dengan trade balance yang merupakan data yang mengukur selisih ekspor dan impor.
Sederhananya adalah Current Account adalah dampak yang diperoleh dari data trade balance, ditambah dengan keluar masuknya uang dari dan ke suatu negara yang menggambarkan keseluruhan kegiatan keuangan atau finansial negara tersebut. Karena trade balance itu berkaitan dengan Current Account, maka bila data yang diperoleh trade balance adalah misalkan defisit, maka current account-nya cenderung ikut defisit.
Jadi ketika kita akan memprediksi atau ingin tahu kira-kira apakah Current Account suatu negara itu defisit atau surplus, gampangnya adalah melihat data trade balance-nya. Meskipun hasilnya tidak selalu sama, tapi polanya cenderung sama, yaitu misal trade balance defisit, current accountnya cenderung defisit, dan bila surplus maka current account juga ikutan surplus.

Apa Itu Current Account di pasar forex

Pengaruh Current Account Terhadap Nilai Tukar Mata Uang

Current Account sering kali luput dari perhatian trader, karena meskipun termasuk indikator yang penting untuk mata uang maupun kondisi ekonomi suatu negara, hasil di pasar market cenderung seperti tidak terdampak besar dari efek pengumuman nilai current account.
Memang secara garis besar, trader lebih cenderung melihat ke Trade Balance yang mana hasil dari trade balance tadi yang datanya bisa membuat pemerintah membuat kebijakan apakah ada upaya menaikkan atau menurunkan nilai mata uang. Trade Balance yang surplus, membuat pemerintah tidak terlalu memberikan tekanan pada bank central untuk menaikkan suku bunga. Bila trade balance minus atau defisit, maka pemerintah perlu memberikan tekanan bagi bank central untuk menaikkan suku bunga. Efek dominonya adalah bila suku bunga naik, maka mata uang cenderung menguat, bila suku bunga tetap atau turun, maka mata uang lebih cenderung menurun.
Kaitannya dengan Current Account tadi adalah, bila Trade Balance surplus, maka Current Account juga cenderung surplus yang mana kemudian Pemerintah tidak perlu memberikan tekanan kepada Bank Central untuk menaikkan suku bunga, dan efeknya adalah mata uang negara terkait cenderung melemah. Sebaliknya bila Current Account defisit, maka mata uang akan cenderung menguat, karena pemerintah merasa perlu menaikkan suku bunga bank.
Meski begitu ada kalanya Trade Balance surplus, namun current account minus / defisit. Kondisi ini bisa saja terjadi karena ketika kita import sudah harus membayar tagihannya, sementara tagihan expor kita belum dibayarkan. Sehingga karena tidak ada pemasukan uang atau dana, maka kemudian dicatat di current account sebagai defisit.

Credits : Nitra1Darson.

Apa itu Average Earning index ( AEI ) ?

Friday, April 28, 2017 | comments

Average Earning Index ( AEI ) merupakan indikator fundamental yang mengukur rata-rata tingkat upah/pendapatan dan termasuk bonus yang diterima pekerja. Indikator AEI membandingkan periode 4 bulan terakhir dengan periode 4 bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Kecenderungan yang terjadi biasanya bila Average Earning Index ( AEI ) naik, maka nilai mata uang juga ikut menguat.

Average Earning Index yang mengalami kenaikan secara signifikan menunjukkan ada kekurangan tenaga  secara kuantitas maupun kualitas. AEI juga terkait dengan RPI atau Retail Price Index yang bisa memicu peningkatan inflasi.

AEI yang naik lebih cepat dari pada RPI menandakan tenaga kerja mendapat upah yang lebih besar daripada kenaikan harga barang, yang artinya daya beli menjadi lebih baik dan kestabilan ekonomi tenaga kerja terutama sektor tenaga kasar ( buruh ) menjadi lebih stabil.

Sebaliknya bila AEI mengalami penurunan dan lebih lamban daripada RPI akan menimbulkan peningkatan jumlah pengangguran dan berpengaruh langsung pada GDP ( Gross Domestic Product ).

Dari tahun 1990 AEI tercatat selalu lebih tinggi dari RPI, penyebabnya adalah tingkat efisiensi produktivitas pekerja sangat baik sehingga para pemilik perusahaan mampu membayar gaji lebih tinggi tanpa harus menaikkan harga barang yang di produksi.

Data AEI biasanya di publikasi oleh BPS inggris atau Office for National Statistic setiap bulannya. Data yang masuk dalam Average Earnings Index adalah semua sektor industri yang ada di Inggris.

Hubungan dengan mata uang Poundsterling

Indikator Average Earning Index ini juga sebagai menjadi faktor penentu trend inflasi. Angka Averaging Earning Index memberi informasi adanya perubahan rata-rata gaji yang diterima oleh pekerja. Apabila angka positif maka pekerja menerima kenaikan gaji, dan bila negatif berarti mengalami pemotongan upah.

Apabila AEI mengalami kenaikan, maka akan memicu kenaikan inflasi akibat daya beli yang naik akan menaikkan harga barang juga, sehingga bank akan menaikkan suku bunga. Suku bunga yang naik akan membuat mata uang menguat.

Analisa Forex EURO 27 April 2017

Thursday, April 27, 2017 | comments

Analisa hari ini EURO 27 April 2017


Indikator Fundamental EURO Area



Hari ini, ECB akan mengadakan press release pada pukul 19:30 WIB. Hal yang biasanya dibahas adalah apakah suku bunga dinaikkan ( hike rate ), diturunkan ( cut rate ), atau dipertahankan ( hold rate ).

Sebelum memprediksi apakah suku bunga ECB naik, cut atau hold, perlu diperhatikan beberapa indikator yang biasanya mempengaruhi kebijakan ECB dalam menentukan suku bunga bank.

Trade Balance EU April 2017



Trade Balance EU mengalami surplus pada bulan April 2017, meningkat cukup tajam dari periode sebelumnya meski belum cukup tinggi seperti beberapa bulan sebelumnya. Trade balance yang surplus cenderung lebih menguntungkan bila mata uangnya melemah.

EU GDP Growth 2017


Tingkat pertumbuhan GDP atau Gross Domestic Product terlihat dalam kondisi stagnan, dimulai dari juli 2016. GDP yang stagnan membuat kecenderungan ECB tidak mengutak atik suku bunga, atau cenderung Hold Rate. Alasannya, bila suku bunga naik akan berimbas kepada produsen yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya PHK karena penjualan menurun. Faktor pertumbuhan GDP cenderung ECB memutuskan untuk Hold Rate.

EU Inflation Rate April 2017

EU inflation rate tercatat 1.5 menurun dibanding periode sebelumnya. Inflasi yang nilainya positif cenderung membuat ECB menaikkan suku bunga bank. Suku bunga yang naik akan cenderung menguatkan mata uang EURO.

EU Asset Purchasing Program 2017

Asset Purchasing program tercatat sebelumnya memberikan stimulus 80B Euro dan pada April 2017 stimulus berkurang menjadi 60B Euro. Stimulus berkurang cenderung membuat Mata uang euro menguat.

Kesimpulan

Dari data yang didapat, trade balance dan inflation rate, cenderung menguatkan mata uang euro, sementara dari pertumbuhan GDP akan lebih baik bila suku bunga tetap atau hold rate, yang cenderung melemahkan euro. Dari 3 indikator itu kemungkinan besar ECB tidak merubah suku bunga atau cenderung hold rate. Karena faktor inflation rate juga tidak terlalu signifikan kenaikannya.

Jadi dari stimulus yang berkurang diangka 60B euro dan suku bunga dipertahankan, maka EURO cenderung menguat.

Analisa dan Preview Forex 26 April 2017

Wednesday, April 26, 2017 | comments

Analisa dan Preview AUD dan USD

Jadwal berita untuk hari Rabu 26 April 2017 sesuai dengan website http://tradingeconomics.com :

Dari skejul data berita yang ada, menarik untuk dibahas pada CPI QoQ untuk AUD dan Crude Oils Inventories untuk mata uang USD.

CPI ( Consumer Price Index ) Quarter on Quarter Australia 26 April 2017

CPI adalah data yang mengukur tingkat perubahan harga rata-rata yang dikenakan pada konsumen. Angkanya menunjukkan informasi tentang perubahan harga rata-rata barang dan jasa di tingkat konsumen. Angka positif menunjukkan adanya kenaikan harga rata-rata, sementara bila negatif ada penurunan harga rata-rata.



CPI QoQ Australia 26 April 2017 diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar 0.6%, artinya harga barang dan jasa di tingkat konsumen akan mengalami kenaikan sebesar 0.6%. Bila angka rilis sesuai dengan prediksi atau lebih besar, maka ada kenaikan harga barang dan jasa, yang mana bila terjadi terus menerus akan menimbulkan inflasi. Inflasi yang naik akan cenderung membuat pemerintah memberi tekanan kepada bank central untuk menaikkan suku bunga bank. Bila suku bunga di naikkan, maka mata uang Australia akan cenderung menguat. Karena itu CPI Australia yang meningkat, akan cenderung menguatkan mata uang Australia.

US Crude Oil Inventories 26 April 2017

US Crude Oil Inventories merupakan indikator yang angkanya menunjukkan informasi persediaan minyak mentah untuk dijual ke perusahaan minyak terkemuka di AS. Biasanya bila persediaan meningkat maka nilai mata uang cenderung meningkat.



Data US Crude Oil Inventories 26 April 2017 di prediksi meningkat sebesar 0.12M, yang artinya US mempunyai persediaan minyak mentah sebanyak 0.12M pada minggu ini. Naiknya persediaan minyak akan cenderung menguatkan mata uang US dollar.

Analisa dan Preview Forex 25 April 2017

Tuesday, April 25, 2017 | comments

Analisa dan Preview Fundamental

Hari ini 25 April 2017 ada beberapa data yang akan di rilis yang mempunyai pengaruh pada pergerakan mata uang di pasar forex. Berikut jadwal rilis dan prediksi yang diambil dari http://tradingeconomics.com.



Fokus saya kepada berita Poundsterling, pada PSNB atau Public Sector Net Borrowing, dan US Dolar untuk berita CB Consumer Confidence Index dan New Home Sales.

PSNB ( Public Sector Net Borrowing )

Pada PSNB angka yang dirilis adalah jumlah kebutuhan hutang baru pemerintah Inggris. Angka positif menunjukkan jumlah hutang baru yang dibutuhkan, sementara angka negatif menunjukkan pemerintah Inggris tidak membutuhkan hutang.

catatan: Pada tradingeconomics.com untuk mempermudah asumsi, maka kebutuhan hutang baru ditulis dengan angka negatif dan sebaliknya.
PSNB ( Public Sector Net Borrowing ) diprediksi meningkat sebanyak 2.2B, yang berarti pemerintah Inggris membutuhkan hutang baru sebanyak 2.2B poundsterling. Apabila angka rilis sesuai dengan prediksi maka berita yang kurang bagus untuk ekonomi Inggris. Hutang baru yang meningkat maka cenderung melemahkan mata uang poundsterling.

USD Consumer Confidence Index

Consumer Confidence adalah indikator yang mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi kesehatan keuangan, potensi bisnis dan ekonomi suatu negara. Angka positif berarti menunjukkan pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang positif, sementara angka negatif menunjukkan pandangan konsumen terhadap ekonomi sedang negatif.

US Consumer Confidence di prediksi pada angka 123.7, dimana artinya tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi US masih cukup positif. Bila Rilis sesuai dengan prediksi, maka berita bagus untuk mata uang USD. Berita yang positif biasanya cenderung diikuti dengan menguatnya mata uang US dolar.

New Homes Sales

Angka yang dirilis New Home Sales menunjukkan jumlah rumah baru yang terjual atau dipesan. Angka yang positif menunjukkan penjualan rumah mengalami peningkatan, sementara angka negatif berarti tidak ada rumah baru yang terjual atau mengalami penurunan penjualan rumah baru.

US New Home Sales 25 April 2017 diprediksi mengalami penjualan sebanyak 580K rumah baru, yang artinya ada 580rb rumah baru yang terjual/dipesan. Bila angka yang dirilis sesuai dengan prediksi, maka berita bagus untuk USD. Angka yang bagus untuk new home sales cenderung diikuti dengan penguatan mata uang USD.

Metode Open Posisi dan Menahan Lama Floating Loss

Monday, April 24, 2017 | comments

Dalam trading forex ada dua pertanyaan yang bakal sering Anda jumpai, atau bahkan Anda sendirilah yang juga menanyakan pertanyaan itu.
  1. Ketika trading hal APA yang perlu diperhatikan pada saat akan melakukan entry atau open posisi ?
  2. Ketika dalam kondisi floating loss dan menahan lama kondisi itu dengan harapan harga akan kembali ke arah posisi entry, apakah keputusan itu adalah salah ? Bila sudah dalam kondisi seperti itu, apa sebaiknya yang dilakukan ?


Pertanyaan sederhana tapi bikin mumet juga jawabnya. Karena dua hal itu 99% pasti trader sendiri sudah tahu sebenarnya apa jawabnya.

Jawabnya sebenarnya simple saja, yang harus di perhatikan adalah “RISK”, ketika sudah terlanjur klik sell/buy, menempatkan SL, dari situ akan terlihat berapa risk yang siap Anda tanggung atau yang Anda siapkan seandainya harga tidak sesuai dengan posisi entry Anda. Dengan mengetahui risk, maka seandainya harga sudah tidak relevan untuk dipertahankan, Anda bisa melakukan cut loss sebelum kena level SL yang Anda siapkan.Meski terlihat sederhana, namun kebanyakan trader malah sulit melakukan hal ini, karena kebanyakan setelah klik buy/sell mereka akan betah nungguin posisi minusnya. Bila begitu, ada baiknya kalau pertanyaannya di ubah sedikit, Apa yang harus anda perhatikan sebelum melakukan entry buy/sell ?

Pada pertanyaan ini, apa yang harus dilakukan ketika posisi loss dan berharap posisi berbalik arah dan menjadi plus apakah salah ? Jawabnya ya tidak ada benar atau salah, apapun keputusan trader adalah benar adanya, mau loss atau profit. Soal menahan loss adalah masalah kesiapan Anda mengalami loss, ketika terjadi floating minus dan posisi sudah 50% lebih loss nya, memang akan menjadikan trader galau.Andai di cut, tiba-tiba harga berbalik malah profit, pasti nyesal sekali. Andai masih di hold ternyata makin berlawanan dengan posisi bisa membuat akun terkena stop out atau mungkin malah terkena MC. Keputusan cut loss atau hold sepenuhnya murni bebas dari sang trader sendiri.

Namun sebelum melakukan cut loss atau hold ada baiknya dianalisa lagi untuk kedua kalinya baik analisa teknikal maupun fundamentalnya. Misalkan posisi floating buy, dan harga ternyata masih menunjukkan strong bearish, ya ada baiknya bila telah menyentuh level tertentu di cut loss saja. Tapi bila ternyata ada kemungkinan untuk terjadi reversal, ya boleh di tahan dengan risk yang di persiapkan misal ternyata tidak terjadi reversal.

Dari dua hal yang sering ditanyakan itu, bisa kita ketahui masalah utama trader adalah, kurang sabar ketika melakukan open posisi, dan mungkin kurang disiplin dengan metode entry yang sudah dipelajari. Ketika sudah salah melakukan entry, kesalahan keduanya adalah tidak memperhitungkan risk dan tidak ikhlas kehilangan atau mengalami loss, sehingga ketika posisi sudah minus cenderung di tahan dan berharap harga berbalik menuju profit. Perlu di ingat, Harga di market forex bergerak bebas, lebih baik  mempersiapkan risk yang sudah diperhitungkan dengan matang, daripada harus menahan loss berhari-hari yang bisa membuat galau berhari-hari.

Apa Itu Producer Price Index ( PPI ) ?

Sunday, April 23, 2017 | comments

Producer Price Index atau yang biasa disebut PPI, adalah indikator fundamental yang menghitung perubahan rata-rata biaya produksi suatu barang atau jasa. PPI merupakan salah satu indikator tertua yang dikeluarkan oleh Bureau of Labor Statistis USA.

Pada prosesnya PPI mempunyai tiga tingkatan, yaitu Mentah, Proses, dan Akhir. Harga barang yang siap pakai merupakan harga yang akan dikenakan kepada konsumen, dengan retail sales. Sementara kategori mentah dan proses produksi adalah harga yang memberi gambaran sebagai harga grosir atau harga produksi, yang nantinya akan menjadi dasaran harga terendah untuk dijual di pasar.

Secara sederhana bisa dikatakan PPI adalah indikator fundamental yang angka rilisnya menunjukkan informasi tingkat perubahan rata-rata biaya produksi suatu produk barang atau jasa. Naiknya harga produksi ini kemudian akan memicu naiknya harga barang dan jasa di tingkat konsumen yang pada akhirnya berandil besar terhadap kenaikan retail sales.

Selain itu kenaikan biaya produksi juga bisa memicu kenaikan gaji para pekerjanya, karena biasanya perusahaan juga memasukkan upah kerja sebagai biaya produksi.

Kenaikan harga produksi, kenaikan gaji, dan kemudian kenaikan harga barang ditingkat retail, yang secara terus menerus akan memicu terjadinya inflasi. Inflasi yang terlalu tinggi berarti menunjukkan kondisi ekonomi yang kurang bagus, sehingga akan memaksa pemerintah mengambil tindakan dengan memberikan tekanan kepada bank central untuk menaikkan suku bunga bank. Suku bunga bank yang tinggi, kemudian biasanya cenderung akan memperkuat nilai mata uang.

Meski PPI memiliki potensi untuk memicu terjadinya inflasi, andilnya terhadap CPI y/y atau laju inflasi kecil, PPI lebih berandil besar terhadap kenaikan retail sales. Sehingga biasanya rilis PPI jarang di respon oleh pasar mata uang dan hanya kecil saja pengaruhnya terhadap pergerakan mata uang.

Korelasinya dengan nilai mata uang

Karena PPI mengukur nilai produksi atau dari perspektif penjual, maka angka PPI tidak terlalu berpengaruh besar seperti CPI dalam memicu terjadinya inflasi. Karena PPI memasukkan proses produksi atau biaya produksi nilainya cenderung menjadi prediksi untuk memperkirakan CPI atau retail sales. Jadi nilai PPI biasanya tidaklah terlalu berpengaruh besar terhadap pergerakan mata uang, namun kecenderungannya bila PPI naik mata uang terkait cenderung ikut menguat.

Current Account dan Pasar Forex

Saturday, April 22, 2017 | comments



Pengaruh Current Account Pada Nilai Tukar Mata Uang

Current Account adalah indikator fundamental yang selalu muncul di kalender ekonomi yang dirilis tiap bulannya. Dampaknya biasanya tidak terlalu tinggi terhadap mata uang bersangkutan, dan hanya berdampak medium saja. Current Account berhubungan dengan neraca pembayaran yang mana merupakan indikator untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara. Hubungan kinerja ekonomi ini berkaitan dengan keluar masuknya nilai investasi atau jumlah uang yang masuk atau keluar dari atau ke suatu negara.
Meski berdampak medium saja, indikator ini ternyata bisa memicu dampak yang tinggi apabila perubahan yang terjadi pada periode sebelumnya sangat mencolok dengan periode yang berlangsung.
Current Account sendiri terdiri dari trade balance yang merupakan indikator selisih antara expor dan impor, penerimaan modal dari investasi asing, dan transfer tunai yang didapat atau masuk ke negara tersebut. Penghitungan Current Account sendiri melibatkan juga sektor swasta, tidak hanya dari sektor pemerintahan saja. Bila hasil dari perdagangan tadi dan penerimaan ( ekspor ) lebih besar daripada pengeluaran ( impor ), maka current account dicatat dalam kondisi surplus. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu modal yang keluar lebih besar daripada pendapatan yang masuk maka current account mengalami defisit. Kondisi ini kemudian akan berpengaruh pada nilai tukar mata uang, bagaimana pengaruhnya ?
Misalnya, ketika Current Account tercatat mengalami surplus, itu berarti bisa diartikan ekspor lebih besar daripada impor yang mana dalam prakteknya pembayaran hasik ekspor akan membutuhkan uang lokal. Dengan begitu bisa dikatakan demand terhadap uang lokal akan meningkat. Sementara itu bila impor lebih besar daripada nilai ekspor, maka demand terhadap uang lokal akan menurun. Hal ini bila di artikan secara perdagangan biasa, maka ketika volume ekspor meningkat, berarti permintaan mata uang lokal juga akan meningkat, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan value dari mata uang lokal tersebut. Sebaliknya bila import yang meningkat, maka permintaan uang lokal menurun dan lebih membutuhkan uang mata dari partner, yang membuat partner dari uang mata lokal mengalami peningkatan.
Meski begitu, dalam pasar forex, meskipun current account mengalami peningkatan atau surplus, tidak serta merta langsung akan membuat mata uang terkait mengalami kenaikan ( baca juga : Pengertian Current Account di Pasar Forex) . Faktanya kondisi surplus yang berarti negara mempunyai uang lebih, membuat pemerintah tidak perlu memberikan tekanan pada Bank Central untuk menaikkan suku bunga. Karena itu ketika current account dalam kondisi surplus, mata uang negara terkait cenderung melemah. Karena seperti kita ketahui sebelumnya, bila bank central menaikkan suku bunga, maka akan membuat mata uang akan naik nilainya.

Analisa dan Preview Fundamental 21 April 2017 EUR GBP dan USD

Friday, April 21, 2017 | comments

Jadwal rilis berita fundamental 21 April 2017 bisa dilihat pada gambar dibawah ini :


Dari jadwal yang menarik di bahas untuk EURO saya fokuskan pada EUR manufacturing PMI, Pound pada retail sales, dan USD pada Manufacturing PMI.

EUR Manufacturing PMI 21 April 2017

EURO Manufacturing PMI. Apa itu PMI bisa dilihat di sini : Apa itu PMI ?


Patokan nilai index PMI : Bila hasil rilis lebih dari angka 50 berarti ekspansi, dan bila dibawah 50 berarti kontraksi.

Prediksi EUR Manufacturing PMI adalah 56.1, terlihat ekspansinya mengalami sedikit penurunan. Apabila rilis EUR Manufacturing PMI sesuai dengan prediksi 56.1, berarti sektor manufactur di kawasan EURO masih mengalami ekspansi. Ekspansi berarti berkembang, bila industri berkembang, maka berita bagus untuk EURO. Bila PMI bagus indexnya, mata uang cenderung menguat.

UK Retail Sales 21 April 2017


UK Retail Sales : angkanya menunjukkan perubahan harga barang di tingkat retail. Apabila angkanya positif maka harga retail mengalami kenaikan, sedang bila angkanya minus berarti harga retail sedang mengalami penurunan harga.

UK Retail Sales April 2017, di prediksikan -0.30%, yang berarti ada penurunan harga retail. Harga menurun ada dua kemungkinan, stock yang berlebih atau daya beli konsumen menurun. Bila angka rilis sesuai dengan prediksi -0.30% maka bad news untuk poundsterling dan cenderung melemahkan mata uang poundsterling.

US Manufacturing PMI 21 April 2017


US Manufacturing PMI di prediksi 53.9, dimana kondisi ekpansi sedang mengalami peningkatan. Bila rilis US Manufacturing PMI sesuai dengan prediksi yaitu 53.9, artinya sektor industri dan manufaturing di US mengalami ekspansi. Industri berkembang, berarti kondisi ekonomi di US mengalami peningkatan yang artinya juga good new buat US. PMI yang mengalami ekspansi cenderung menguatkan mata uang.

Analisa Forex Fundamental 20 April 2017

Thursday, April 20, 2017 | comments

Analisa forex 20 April 2017

Analisa Fundamental



Dari skejul yang ada untuk hari Kamis 20 April 2017, berita yang akan dirilis biasanya kurang memberi dampak yang signifikan untuk pergerakan mata uang. Mungkin yang sedikit memberikan pengaruh agak lumayan yaitu berita USD pada pukul 19.30, tentang rilis data “Initial Jobless Claims”.

Angka pada US Jobless Claims memberikan informasi jumlah penduduk di Amerika yang mengajukan atau mengisi form Claim tunjangan pengangguran. Angka positif berarti menunjukan ada pengangguran yang mengajukan claim tunjangan pengangguran, bila negatif berarti tidak ada pengangguran yang mengajukan claim.


US Initial Jobless Claims




US Jobless Claim 13 April 2017 diprediksi pada angka 241k, yang artinya ada 241 ribu penduduk di Amerika yang mengisi form tunjangan pengangguran. Bila rilis data nanti sesuai dengan prediksi, maka jumlah penduduk yang menganggur dan mengajukan Jobless Claim sebanyak 241 ribu. Banyak pengangguran berarti berita buruk untuk Ekonomi Amerika, sehingga cenderung bisa melemahkan mata uang USD.

Simple Money Management For Forex Trading

Wednesday, April 19, 2017 | comments


Trading Forex Dengan Money Management ala Nitra1
Sebelum melangkah lebih lanjut, perlu dipahami dulu, apakah money management itu ? Money management terdiri dari 2 kata yaitu money dan management yang artinya adalah Uang dan Pengaturan. Jadi sederhananya Money Management adalah pengaturan uang, atau pengelolaan uang.
Pengelolaan itu berbentuk seperti apa ? Uang, akan selalu berhubungan dengan pengeluaran dan pemasukan. jadi pengelolaan disini dimaksudkan bagaimana mengelola uang supaya antara pengeluaran dan pemasukan tidak lebih besar pengeluaran. Tujuan jelasnya adalah bagaimana supaya pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Begitulah kira-kira pemahaman pengelolaan uang dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Money Management bagi para pelaku forex
Trader Forex, trading itu jelas tujuannya, mencari pemasukan sebanyak-banyaknya, atau sebesar-besarnya, masa iya mau dibatasi. Nah serunya bagian pengeluarannya, atau dalam dunia trading, bagian loss nya. Seberapa siap para trader kehilangan uangnya ? Padahal dalam trading forex, loss itu bisa dipastikan dan sudah pasti loss, karena itu risk yang akan selalu dialami oleh trader.
Risk Management rasanya lebih tepat daripada menyoal masalah money management. Karena dalam forex, kebanyakan kita akan selalu mengelola resiko loss kita. Ambil contoh, ketika dalam posisi loss, dibanding melakukan cut loss, trader kebanyakan lebih sering melakukan menggeser stop loss nya, dan bahkan ada yang menghilangkan stop loss untuk menghindari kerugian lebih cepat. Padahal tanpa disadari, bisa saja loss akan semakin membesar dan berpotensi mengalami margin call.
Untuk mengelola resiko dengan baik, yang pertama Anda harus menentukan seberapa banyak modal yang Anda siapkan untuk trading forex. Kemudian diatur seberapa besar anda siap mengalami loss ? Contoh salah satu kesiapan menerima resiko loss bisa dilihat pada tabel dibawah ini.
Resiko per transaksiKesempatan Trading
1% Equity100 kali
2% Equity50 kali
3% Equity33 kali
4% Equity25 kali
5% Equity20 kali
Bila hanya siap kehilangan 1% dari equity, maka tidak boleh melakukan kesalahan 100 kali berturut turut.
Modal dan Risk Management
Setelah Anda menentukan modal yang siap di tradingkan, selanjutnya adalah melakukan deposit ke broker sebanyak yang Anda siap menerima resiko kehilangan uang itu. Salah satu caranya adalah membagi jumlah deposit dari total modal yang Anda punya. Ambil contoh modal Anda yang siap ditradingkan adalah $10000. Maka daripada Anda mendepositkan semua ke broker Anda, ada baiknya dihitung terlebih dahulu, berapa resiko kehilangan yang siap Anda terima ? Misalkan Anda hanya sanggup kehilangan 25% saja dari modal Anda, maka lebih baik depositkan sejumlah 25% dari modal Anda tadi, yaitu $2500. Untuk pembagian modal tadi bisa Anda lihat di tabel resiko dibawah ini :
ResikoJumlah Modal Yang Di Depositkan
10%$ 1.000
15%$ 1.500
20%$ 2.000
25%$ 2.500
30%$ 3.000
50%$ 5.000
75%$ 7.500
100%$ 10.000
Dengan mengukur sendiri kemampuan Anda, maka depositlah sesuai dengan risk yang siap Anda terima. Jadi misal tadi Anda deposit $2500, ketika mengalami loss besar dan MC, berhentilah sejenak dan baru ketika siap baru deposit lagi sesuai dengan tabel rencana, misal 10% berarti $1000, untuk melakukan recovery.
Bila misal Anda berhasil profit $2500, dalam 3-5 bulan misalnya, ada baiknya segera withdraw atau tarik modal yang sudah Anda depositkan tadi sebesar $2500.
Karena metode money managemen ini sangat bergantung pada kesiapan Anda, maka bisa dibilang metode ini bukanlah soal benar atau salah. Tetapi seberapa siap Anda mengalami kerugian, dan bagaimana menghadapi kerugian tadi.

APA ITU CPI – Consumer Price Index ?

| comments


CPI ( Consumer Price Index ) adalah indikator fundamental yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara. Angka yang dirilis oleh CPI merupakan informasi adanya perubahan tingkat harga yang dialami oleh konsumen. Angka biasanya merupakan persen, misalkan rilis angka CPI 2% memberikan informasi bahwa terjadi kenaikan harga untuk konsumen sebesar 2%. Selanjutnya secara tahunan, CPI lalu disebut juga sebagai angka atau tingkat inflasi.

Apa itu CPI Consumer Price Index ?

CPI sendiri didapat dari perubahan harga rata-rata barang atau jasa tertentu di tingkat konsumen.  Untuk Amerika ada dua kelompok populasi besar yang diukur tingkat CPI nya, yaitu CPI-U ( CPI-Urban ) yaitu kelompok keluarga atau individu perkotaan, dan CPI-W atau kelompok pekerja kantoran atau yang biasa disebut sebagai Clerical Worker. CPI ini sendiri disusun oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS atau Bureau of Labor Statistics  (BLS).

Menurut BLS diperlukan acuan angka sebagai perbandingan nilai, dimana acuan angka itu didapatkan dari referensi dasar nilai rata-rata perubahan harga atau index selama 36 bulan, dari tahun 1982 sampai 1984. Angka referensi itu ditentukan adalah 100. ketika BLS melakukan pengukuran dan didapat angka misalnya 107, maka sesuai formula yang berdasarkan referensi dasar itu berarti ada kenaikan sebesar 7%, dan bila misalkan nilai CPI 91% berarti ada penurunan 9%.

Dampak CPI terhadap mata uang

CPI adalah angka yang mengukur tingkat perubahan harga rata-rata yang dialami oleh konsumen. Bila terjadi kenaikan harga barang dan jasa untuk konsumen, maka cenderung inflasinya meningkat. Inflasi yang meningkat akan cenderung membuat bank central menaikkan suku bunga untuk mengimbangi tingkat inflasi. Kenaikan suku bunga biasanya akan cenderung menguatkan nilai mata uang negara terkait.

Gampangnya, bila CPI naik maka cenderung diikuti dengan naiknya inflasi, inflasi yang naik akan membuat bank central menaikkan suku bunga, dan naiknya suku bunga akan menguatkan nilai mata uang. jadi CPI naik, mata uang cenderung menguat.

Penggunaan Support dan Resistance dalam Trading Forex

Tuesday, April 18, 2017 | comments

Pengertian Support dan Resistance

Support dan Resistance banyak dipakai oleh para trader untuk menganalisa pergerakan harga mata uang. Selain untuk menganalisa secara teknikal, support dan resistance juga bisa digunakan oleh para trader yang terbiasa menggunakan fundamental sebagai dasar analisa mereka. Dengan mengetahui support dan resistance maka akan membantu Anda untuk memprediksi kemana harga akan bergerak sehingga bisa melakukan transaksi lebih berkualitas.

Support dan Resistance Untuk Menganalisa Forex TradingSupport dan Resistance juga akan membentuk trend, dari trend yang terbentuk tadi, maka trader bisa mengetahui kemanakah harga bergerak. Trend sendiri biasanya dipakai oleh para trader untuk menentukan kapan harus entry dan kapan harus exit. Meski begitu banyak juga trader yang entry secara terbalik, atau melawan trend, dan biasanya mereka berani karena melihat trend yang mulai berakhir karena adanya support atau resistance yang sangat kuat, sehingga membuat arah trend bisa berubah.

Definisi Support dan Resistance

Support adalah: kondisi dimana harga buyer / pembeli ada perlawanan terhadap seller sehingga harga tidak turun lebih jauh lagi. Apabila ternyata support lebih kuat maka harga bisa memantul lagi ke atas menuju level resistance terdekat.

Resistance adalah: kondisi dimana harga seller / penjual sedang memberi perlawanan terhadap buyer, sehingga harga tidak mampu naik lebih lanjut. Dan bila level resistance nya cukup kuat, bisa membuat harga memantul dan jatuh ke level support terdekat.

Kecenderungan dari Support dan Resistance adalah tidak mudah ditembus karena adanya perlawanan atau pertempuran antara bull dan bear tadi. Namun bila misalkan dalam kondisi bullish, dan bear tidak mampu menahan, akan terjadi break, kemudian break out, dan bila terkonfirmasi, maka bullish akan semakin berkuasa dan mendominasi sehingga level harga semakin naik tinggi.

Support dan Resistance bukanlah suatu angka pasti, dan tidak bisa dijadikan patokan begitu saja untuk melakukan entry. Karena itu ada banyak metode yang berdasarkan Support dan Resisten untuk melakukan entry, salah satu yang Saya gunakan adalah metode entry 1% candlestick oleh Sanitera Darma. Selain itu masih banyak metode lainnya yang menggunakan patokan Support dan Resisten, seperti Fibonacci, dan metode-metode lainnya.

Definisi PMI atau Purchasing Manager Index

Monday, April 17, 2017 | comments

APA ITU PMI ( Purchasing Manager Index ) ?

PMI ( Purchasing Manager Index ), adalah index gabungan dari lima indikator ekonomi dari : Pesanan, Persediaan, Produksi, Pengiriman dan Tenaga Kerja. Angka indek bisanya berupa angka, bila angka diatas 50 maka menunjukkan industri mengalami ekspansi, dan sebaliknya bila angak dibawah 50 menunjukkan industri mengalami kontraksi. Index dari PMI dianggap indikator terbaik untuk mengukur tingkat produksi dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi tekanan inflasi dan aktifitas industri.

PMI sendiri merupaka suatu alat ukur atau indikator ekonomi yang didapat melalui hasil survey dari beberapa purchasing manager di beberapa sektor bisnis atau industri. Ada dua jenis indeks yang menjadi perhatian para investor dan analisis, yaitu pada sektor manufaktur atau biasa disebut juga dengan PMI Manufactur dan pada sektor jasa atau yang biasa dikenal dengan PMI Services. Banyak negara Industri yang sudah maju merilis data indikator ini termasuk diantaranya yang memiliki mata uang yang dianggap paling sering digunakan, yaitu Inggris, zona eropa, jepang, maupun Amerika. Siapa yang merilis hasil survey ini ? untuk Inggris, zona Eropa dan Jepang, PMI dirilis oleh perusahaan Markit Group. Sementara Amerika Serikat dirilis oleh Institute for Supply Management ( ISM ) dan Markit Group, Sementara China dirilis oleh HSBC.

Pengaruh PMI terhadap pasar ?

Hasil survey dari PMI akan mempengaruhi tingkat optimisme para pelaku bisnis, maupun investor. Bila hasil index bagus maka itu akan membuat pelaku bisnis optimis terhadap prospek ekonomi negara tersebut dan layak untuk melakukan investasi, dan sebaliknya bila kurang baik, maka akan membuat pelaku bisnis menunda investasi maupun melakukan kegiatan bisnisnya, karena menganggap prospeknya kurang bagus.

Bagaimana hasil survey PMI sendiri terhadap mata uang ? Sebelumnya perlu diketahui bahwa indeks PMI manufacturing merupakan indikator yang dipakai oleh investor untuk mengetahui gambaran bagaimana keaadaan ekonomi keseluruhan pada suatu negara. Dari hasil indeks tadi, para investor bisa mendapatkan gambaran mengenai hasil penjualan, upah tenaga kerja minimum, persediaan barang, dan tingkat harga suatu barang. Bila Indeks Manufaturing turun, maka hal itu menunjukkan turunnya tingkat permintaan konsumen dan bisa menjadi kesimpulan bahwa kondisi ekonomi melambat. Sedangkan kalau indeks terlihat naik, maka para purchasing manager tadi optimis bahwa sektor manufaktur akan membaik kedepannya dan terlihat sedang tumbuh. Acuan pada indeks PMI adalang di angka 50.0

Secara sederhana, indeks PMI bisa dilihat begini, Bila indeks yang dirilis adalang lebih besar daripada 50.0, maka kondisi manufaktur di negara tersebut mengalami ekspansi dan biasanya cenderung membuat mata uang negara terkait ikut menguat. Sementara bila rilis angka indeks PMI nya kurang atau lebih kecil daripada 50.0, maka yang terjadi adalah kontraksi, atau mengalami penurunan, yang biasanya juga diikuti oleh pelemahan mata uang negara terkait. Jadi patokan daripada indeks PMI ini adalah angka 50.0 tadi, yang kemudian bisa menjadi pemicu menguatnya atau melemahnya mata uang negara terkait.

Apakah NFP ( Non-Farm Payroll ) itu ?

Sunday, April 16, 2017 | comments

Apa itu NFP Non-Farm Payroll

Non-Farm Payroll  Adalah data yang menyajikan besaran jumlah gaji yang dibayarkan kepada pekerja di Amerika, tidak termasuk mereka yang bekerja sebagai :  pegawai pemerintahan, pekerja rumahan atau pekerja dalam rumah tangga, pekerja yang bekerja di organisasi kemasyarakatan atau LSM, pekerja yang bekerja di perusahaan non profit atau nirlaba, pekerja sebagai buruh atau petani.

Data NFP ( Non-Farm payroll ) akan dirilis setiap hari jum’at minggu pertama setiap bulannya. Angka yang dirilis menunjukkan jumlah pekerja baru yang menerima gaji.

Gaji yang dibayarkan kepada komponen Non-Farm Payroll ini disebut-sebut menyumbang sekitar 80% Gross Domestic Product Amerika Serikat. Rilis NFP ini juga sangat membantu pemerintah US untuk membuat kebijakan ekonomi Amerika. Tetapi yang paling utama adalah kondisi dan aktivitas ekonomi dapat diprediksi dari data atau laporan NFP ini.

Data NFP biasanya hampir sama dengan data ADP, Bila ADP merilis jumlah pekerja baru yang menerima gaji dari perusahaan yang tercatat sebagai klien dari ADP inc, maka NFP merilis jumlah pekerja baru yang menerima gaji termasuk dari perusahaan yang tidak menjadi klien ADP inc.

Korelasi ke pasar Forex atau ke US. Dolar

Apabila hasil rilis adalah positif, maka berarti ada pekerja baru yang menerima gaji atau upah, dan selama angka itu positif maka berita yang bagus untuk US. Efeknya terhadap dolar, karena ekonomi masih terlihat tumbuh, maka dolar juga cenderung ikut naik, karena orang yang menerima dolar juga bertambah.

Namun demikian masih ada beberapa faktor yang ikut menentukan naik atau turunnya dollar, termasuk hasil rilis data ADP employment change, lalu Jobless claims, dan beberapa data lain yang berkaitan dengan lapangan kerja atau pekerja di Amerika serikat.

Apa itu ADP ?

Saturday, April 15, 2017 | comments

ADP adalah lembaga keuangan di Amerika Serikat yang mengurusi gaji para pekerja yang bekerja di perusahaan yang tercatat sebagai client dari ADP.inc.  ADP adalah salah satu perusahaan terbesar di U.S dalam institusi keuangan dan pajak. Mereka mempunyai 4 sektor bisnis, yaitu ADP Employer Services, ADP Brokerage Services Group, ADP Dealer Service dan ADP Claim Services. Di Amerika ada rating yang dikeluarkan oleh Moody Corporation yang memberikan penilaian atau peringkat kesehatan perusahaan berdasar dari kondisi keuangan perusahaan, ADP inc termasuk salah satu dari 8 perusahaan yang memperoleh rating AAA ( Sangat memuaskan ). Data ADP Employment Change sendiri dirilis oleh ADP Employer Services.

ADP biasa mengumumkan atau merilis data ADP Employement Change dua hari sebelum rilis berita Non-Farm Employment Change atau Non-Farm Payroll atau NFP yang merupakan data paling ditunggu-tunggu oleh trader baik trader forex maupun trader saham. Data ini sangat dinantikan karena menggambarkan kondisi ekonomi di Amerika, apakah sedang berkembang ( ekpansi ) ataukah menurun ( Kontraksi ).

Setiap bulannya ADP akan melaporkan secara terperinci daftar kekayaan perusahaan untuk membayar gaji para pekerjanya. Laporan ini akan dibuat sebelum pembuatan laporan situasi ADP Employment Change.

Perhitungan indikator ekonomi ini juga dibantu atau didukung oleh lembaga macroeconomic advisers, LLC. Data akan dikumpulkan setiap bulannya dan hasilnya nanti akan dimasukkan dalam perhitungan U.S Bureau of Labor Statistic. Yang nantinya akan digunakan untuk mengukur tingkat tenaga kerja nasional. Jadi ADP nanti akan melaporkan jumlah tenaga kerja baru yang akan menerima gaji.

Cara membaca data rilis ADP Employment Change.

ADP akan merilis data setiap bulannya, angka yang dirilis adalah jumlah tenaga kerja baru di perusahaan yang menjadi client ADP inc, yang mendapatkan gaji. Bila angka yang dirilis adalah positif maka secara umum bisa dibilang kondisi ekonomi di Amerika sedang mengalami ekspansi, yang berarti merupakan data bagus untuk kondisi ekonomi Amerika. Angka pekerja baru juga menunjukkan perusahaan yang menjadi client ADP inc sedang mengalami ekpansi dan membutuhkan tenaga kerja baru.

Bila angka yang di rilis adalah negatif, maka bisa jadi kondisi perusahaan-perusahaan yang menjadi klien ADP sedang mengalami kontraksi, atau tidak membutuhkan tenaga kerja baru. Sehingga bisa jadi mereka menarik diri dan tidak menjadi klien ADP inc lagi, sehingga memunculkan angka yang negatif.

Sementara korelasi dengan mata uang dolar AS, angka positif tidak serta merta membuat dolar AS ikut menguat. Karena data ADP adalah data ekonomi secara keseluruhan, bila angka positif maka perusahaan akan melakukan ekpansi dan investasi. Naiknya nilai investasi maka akan membuat banyak yang membeli saham, karena banyak yang membeli saham, nilai dolar malah bisa menurun.

Apa Itu Bisnis Forex ?

Friday, April 14, 2017 | comments

Pengertian Dasar Apa Itu Forex

Forex adalah Foreign Exchange yang merupakan pasar tempat mata uang dunia diperdagangkan. Forex juga merupakan pasar dengan volume transaksi terbesar di dunia yang memiliki volume transaksi lebih dari 5 triliun dolar US per hari. Tingginya volume tadi membuat peluang yang sangat terbuka untuk mendapatkan keuntungan dengan trading di pasar forex tadi. Meskipun peluang untuk mendapat untung sangat tinggi, namun harus diketahui pula, resiko kehilangan uang juga sangat tinggi. Hal ini disebabkan tingginya pergerakan mata uang dunia dan bisa dikatakan sangat fluktuatif dan cepat sekali. Seorang trader bisa mendapatkan untung ratusan juta rupiah dalam hitungan menit, namun juga dapat kehilangan semua uangnya dalam hitungan detik.
Berikut ini perlu Anda ketahui beberapa karakteristik dari forex itu sendiri :
  1. Bisnis Forex dibentuk dari transaksi jual beli secara Over-The Counter, dimana bisa disebut tidak terpusat. Tidak ada bursa dimanapun di dunia ini yang disebut sebagai pusat dari pasar forex.
  2. Nilai tukar mata uang antar negara ditentukan dari transaksi interbank internasional
  3. Dalam satu minggu, pasar forex buka terus 24 jam dalam lima hari berdasarkan jam kerja dari seluruh bank di tiap wilayah di dunia.
  4. Terdapat 5 sesi yang paling ditunggu oleh para trader, yaitu sesi Australia, Asia ( jepang ), Eropa ( Jerman / euro ), London ( Inggris) , dan Amerika Serikat.
  5. Mata uang yang diperdagangkan selalu berpasangan, misalnya EUR-USD, GBP-USD, USD-JPY dan lain sebagainya.
  6. Trader bisa mendapatkan keuntungan baik ketika harga naik atau turun.
  7. Modal awal untuk trading forex sangat bervariasi, apalagi ketika bermunculan mini account ataupun micro account. Bila dulu untuk bisa trading forex dibutuhkan modal lebih dari $5000 USD, sekarang hanya dengan $10-$100 pun Anda bisa ber transaksi di pasar forex.
  8. Dengan kemajuan tehnologi, trading bisa dilakukan di hampir semua platform, mulai dari PC, Laptop, Notebook, Handphone, smartphone, gadget seperti pc tablet, dan lain-lain.
  9. Untuk bisa trading forex, harus melalui perantara atau broker.
  10. Broker sendiri memberikan fasilitas yang bervariasi, selain forex yang berbasis currency, mereka juga memperdagangkan index dan commodity.
Dari karakteristik dan penjelasan singkat tentang forex, setidaknya Anda mulai sedikit paham mengenai Apa itu Forex ?
Sederhananya definisi dari forex adalah : sebuah bisnis online yang memperdagangkan nilai tukar mata uang asing. Karena forex adalah bisnis, maka wajib Anda kelola dengan baik bisnis Anda, karena potensi kerugian di pasar forex juga cukup tinggi.

Analisa Fundamental US Jobless Claim 13 April 2017

Thursday, April 13, 2017 | comments

Angka pada US Jobless Claim memberikan informasi jumlah penduduk di Amerika yang mengajukan atau mengisi form Claim tunjangan pengangguran. Angka positif berarti menunjukan ada pengangguran yang mengajukan claim tunjangan pengangguran, bila negatif berarti tidak ada pengangguran yang mengajukan claim.



US Jobless Claim 13 April 2017 diprediksi pada angka 241k, yang artinya ada 241 ribu penduduk di Amerika yang mengisi form tunjangan pengangguran. Bila rilis data nanti sesuai dengan prediksi, maka jumlah penduduk yang menganggur dan mengajukan Jobless Claim sebanyak 241 ribu. Banyak pengangguran berarti berita buruk untuk Ekonomi Amerika, sehingga cenderung melemahkan mata uang USD.

Analisa Forex UK Claimant Count Change 12 April 2017

Wednesday, April 12, 2017 | comments

UK Claimant Count Change 12 April 2017


Claimant Count Change adalah indikator yang mengukur jumlah orang yang mengisi form tunjangan pengangguran, namun masih aktif mencari pekerjaan.  Laporan dari claimant count change ini menjadi barometer kondisi tenaga kerja di Inggris. Angka yang dirilis menunjukkan besaran jumlah yang mengajukan klaim. Bila positif, berarti ada pengangguran yang mengajukan claim, dan bila negatif berarti tidak ada pengangguran yang mengajukan claim. Positif berarti berita buruk untuk Poundsterling, sementara bila negatif berarti berita bagus untuk poundsterling



Dari data yang ada, Claimant Count Change di prediksi di angka, -10,2K. Yang artinya pekerja yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran berkurang sebanyak -10,2K. Bila rilis sesuai dengan prediksi maka berita yang bagus untuk Poundsterling.  Bila dikaitkan dengan rilis berita hari ini dan pidato BOE Gov Carney, dimana CPI yang naik dan prediksi AEI yang juga naik, mengakibatkan inflasi meningkat. Maka Nilai mata uang Pound cenderung ikut menguat.

Analisa Fundamental – CPI UK 11 April 2017

Tuesday, April 11, 2017 | comments


Analisa CPI UK 11 April 2017

Hari ini dijadwal berita akan ada rilis CPI untuk U.K ( Inggris ) pada jam 15.30 nanti. CPI adalah Consumer Price Index, yang angka rilisnya menunjukkan tingkat perubahan harga barang dan jasa yang dialami oleh konsumen. Angka positif akan memberikan informasi adanya kenaikan harga barang dan jasa, sementara angka negatif memberikan informasi adanya penurunan harga barang dan jasa. Lebih lengkap tentang CPI bisa baca disini : Apa itu CPI ? 



CPI ( Consumer Price Index ) UK diprediksi mengalami kenaikan 2.2%, artinya terjadi kenaikan harga barang dan jasa di Inggris sebesar 2.2%. Bila rilis CPI sesuai dengan prediksi 2.2% terjadi kenaikan harga barang dan jasa berarti nilai inflasi juga akan naik. Inflasi yang naik akan cenderung membuat bank central akan menaikkan suku bunga ( Hike Rate ). Bila suku bunga naik, maka cenderung menguatkan mata uang Poundsterling.

Analisa Teknikal EURUSD 10 April 2017

Monday, April 10, 2017 | comments



Skejul 10 April 2017


Jadwal rilis news hari ini terlihat kurang menarik, sehingga pergerakan harga juga tidak terlalu signifikan. Karena itu lebih menyoroti secara teknikal saja.



Dari trend harian, EUR terlihat sudah breakout fibo level 61.8, yang biasanya cenderung makin turun.



Rencana entry adalah pada timeframe 15. Apabila harga bergerak ke atas dan break out 1.0602x, maka Saya akan wait and see dahulu, karena kemungkinan akan melakukan retest level fibo 61.8 pada harga 1.0655x. Bila breakout level support, 1.0570x, sell dengan resiko SL di 1.0602x.

Analisa Teknikal GBPUSD



Dari chart daily GBP-USD harga bergerak memantul pada level 50.0. Ada kecenderungan level 50.0 bila tidak mampu di breakout akan menjadi level support yang cukup kuat. Namun bila berhasil menembus level 50.0 dan memantul di level 61.8. cenderung menjadi sideways dalam beberapa waktu.


Melihat kondisi daily GU Saya cenderung memilih no trade atau wait and see saja. Seandainya harus entry pun, akan menunggu apakah harga mampu menembus level support di 1.2365 atau level resistan di 1.2412. Jadi wait and see dulu deh.

Belajar Analisa Teknikal Forex

Sunday, April 9, 2017 | comments

Dasar Analisa Teknikal Forex

Analisa akan selalu menjadi bagian penting ketika Anda memulai bisnis forex, karena dengan menganalisa Anda akan bisa mempelajari bagaimana karakter mata uang yang Anda pantau. Analisa sangat penting di dunia trading forex, trading saham, bahkan hampir disemua profesi atau pekerjaan, analisa selalu dibutuhkan.

Analisa bisa dengan mempelajari secara teknikal dan secara fundamental. Bila Analisa fundamental mempelajari pergerakan harga melalui berita ekonomi yang berdasarkan dari rilis data ekonomi negara-negara mata uang terkait, masalah politik, faktor bencana alam atau peristiwa tak terduga. Sementara Analisa teknikal mempelajari pergerakan uang berdasarkan data yang diolah dengan tehnik tehnik tertentu dan perhitungan secara matematis.

Yang perlu diperhatikan dalam Analisa Teknikal Forex

Anggap saja, bahwa pasar forex itu ibarat sebuah hutan rimba yang ingin Anda jelajahi, dimana Anda belum tahu atau belum pernah mendengar testimoni dari orang lain, bagaimana hutan rimba itu sebelumnya. Tanpa referensi dan Anda ingin masuk kesana, kira-kira apa yang akan terjadi ? Tersesat, sekarat, kemudian meninggal ? atau bisa saja Anda selamat, karena keberuntungan belaka. 

Jadi rasanya seorang penjelajah akan tahu kira-kira persiapan apa saja yang akan dibawa ketika memasuki hutan rimba. Bisa saja mereka mempersiapkan, kompas, peta, perbekalan untuk beberapa hari, senjata untuk kemungkinan serangan binatang, lampu untuk penerangan di malam hari atau waktu gelap.

Seperti halnya penjelajah tadi, Anda sebagai trader forex harus mempersiapkan diri untuk menjelajahi Hutan / pasar forex yang sangat buas ini, bahkan sangat susah di prediksi karena besarnya volume dan banyaknya trader di pasar forex yang bisa mempengaruhi pergerakan harga. Beruntung sekali bahwa saat ini banyak sekali tehnik analisa yang diajarkan oleh para trader-trader terdahulu dimana mereka menyajikan analisa teknikal untuk membantu Anda memprediksi pergerakan harga mata uang. Meskipun tidak 100% akurat namun tentu akan sangat menolong dibandingkan bila Anda mencari tehnik sendiri. 

Ada tiga dasar dari analisa teknikal, yaitu :

  1. Market Action Discounts Everything.
    Analisa teknikal biasanya menunjukkan pergerakan harga ( price action ) memberikan informasi yang beredar di pasar, baik itu rumor ataupun sentimen. Dengan melihat price action, maka seharus Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan rumor ataupun sentimen yang sedang atau akan terjadi. Jadi cukup memperhatikan dari Price Action saja, anda sudah bisa mendapatkan informasi yang cukup. Namun memang tidak sesederhana itu, dan masih ada perlu tahapan lebih lanjut.
  2. Price Move in Trends.Harga akan selalu bergerak sesuai dengan trend, bisa itu naik atau turun bahkan mungkin datar-datar saja. Artinya memang harga cenderung bergerak menurut trend sampai trend itu berakhir dan terjadi reversal. Dengan mengatahui trend, maka Anda bisa mengambil keputusan lebih tepat. Follow the trend begitu kira-kira singkatnya, dengan mengikuti trend, keputusan Anda akan lebih baik.
  3. History Repeats Itself.Sejarak akan selalu berulang kembali, pola-pola pergerakan harga akan selalu kembali berulang dan membentuk suatu pola tertentu sampai terjadi breakout sehingga keluar dari pola yang terbentuk. Dari pola ini Trader bisa memperkirakan kemana kira-kira harga akan bergerak.
Analisa Teknikal Forex akan selalu bersifat “subyektif”. Artinya, dua orang yang menggunakan teknik analisa yang sama, bisa jadi memiliki pandangan yang berbeda dalam memperkirakan pergerakan mata uang. Meski begitu hal ini masih dianggap wajar, karena memang trading itu selalu fokus pada pengamatan dari diri sendiri, bukan orang lain.

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger