Analisa Fundamental untuk Pasar Forex

Saturday, April 1, 2017 | comments


Analisa Fundamental adalah analisa yang menganalisis berdasarkan faktor yang berhubungan dengan data ekonomi. Dimana data ekonomi ini biasanya menunjukkan kondisi perekonomian suatau wilayah, atau negara. Kondisi ekonomi inilah yang kemudian menjadi faktor utama pergerakan mata uang di pasar forex secara besar. Meski tidak semua data akan memberikan dampak yang tinggi untuk pergerakan mata uang di pasar forex.

Ada anggapan dengan menguasai fundamental, maka semakin mudah trader memprediksi kemana arah mata uang akan bergerak. Namun kenyataannya banyak trader yang salah tangkap dengan analisa fundamental. Faktanya fundamental lebih sering menjadi jawaban dari pertanyaan “Kenapa mata uang naik dengan drastis, kenapa mata uang itu turun dengan drastis”, sehingga seringkali trader merasa tertipu karena merasa sudah tahu kemana arah pergerakan mata uang.

Untuk menguasai fundamental jelas akan memerlukan waktu yang panjang, dan berulang terus menerus. Karena data ekonomi akan selalu diulang setiap bulan dan tahunnya, hanya angkanya saja yang berbeda. Untuk mendapatkan info data news/berita yang biasa para trader gunakan sebagai pegangan, bisa dilihat di  www.forexfactory.com/calendar.php atau di www.dailyfx.com/calendar secara gratis.

Berikut ini beberapa faktor fundamental yang memberikan dampak yang cukup besar di pasar forex:

Faktor keuangan, sangat penting untuk analisa fundamental. Faktor keuangan bisa saja berupa kebijakan suatu negara, nilai ekspor/import, trade balance, pendapatan atau GDP, jumlah pengangguran dan sebagainya akan memberikan pengaruh kuat terhadap nilai mata uang negara yang bersangkutan.

Tingkat suku bunga bank, tingkat suku bunga akan memberikan pengaruh pada nilai mata uang secara langsung. Selain itu juga akan mempengaruhi suku bunga kredit, ketertarikan investor, dan lain sebagainya.

Faktor politik dan sosial, juga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara. Ketika politik bergejolak, pergantian presiden atau penguasa, susunan kabinet suatu negara, tingkat keamanan negara yang diakibatkan politik, akan mempengaruhi mata uang juga. Semakin stabil suatu negara baik dari segi keamanan, politik, ekonomi, makan nilai mata uangkan akan semakin baik dan stabil.

Faktor bencana alam, kerusuhan, dan hal-hal yang tidak dapat diprediksi sering kali juga akan memberikan dampak yang besar bagi suatu negara. Dampak yang terjadi sering kali merukapan dampak yang negatif.

Ada banyak sekali data ekonomi yang memberikan dampak yang cukup besar untuk pergerakan mata uang, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun swasta. Berikut ini beberapa data ekonomi yang memberikan dampak lumayan untuk pergerakan harga mata uang di pasar forex.

  • NFP ( Non Farm Payrolls) adalah Indikator Ekonomi yang menghitung jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang mendapatkan upah/gaji resmi dari perusahaan swasta atau public. Hasil release dari NFP ini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap mata uang yang berhubungan dengan US Dolar.
  • GDP ( Gross Domestic Product ), adalah indikator yang mengukur nilai pasar barang dan jaya yang dihasilkan oleh negara, tanpa mempertimbangkan dari negara mana perusahaan itu berasal. GDP mempunyai 4 komponen utama, yaitu: Konsumsi, Investasi, belanja pemerintah, dan total ekspor negara.
  • Interest rate ( Suku Bunga ), adalah pengumuman kebijangan suku bunga dari Bank Sentral setiap bulan yang menjadi patokan bagi bank untuk menentukan besarnya suku bunga simpanan, deposito, kredit dan berbagai kebijakan lainnya pada dunia perbankan suatu negara.
  • PMI ( Purchasing Manager Index ), adalah index gabungan dari lima indikator ekonomi dari : Pesanan, Persediaan, Produksi, Pengiriman dan Tenaga Kerja. Angka indek bisanya berupa angka, bila angka diatas 50 maka menunjukkan industri mengalami ekspansi, dan sebaliknya bila angak dibawah 50 menunjukkan industri mengalami kontraksi. Index dari PMI dianggap indikator terbaik untuk mengukur tingkat produksi dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi tekanan inflasi dan aktifitas industri.
  • CPI ( Consumer Price Index ), adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa untuk konsumen. kenaikan barang dan jasa ini juga bisa memicu terjadinya kenaikan inflasi dimana biasanya akan diimbangi dengan kenaikan suku bunga bila terjadi kenaikan inflasi yang terus menerus. Kenaikan suku bunga sendiri biasanya memicu penguatan mata uang negara yang bersangkutan.
  • PPI ( Producer Price Index ), adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dari barang yang dibeli produsen atau perusahaan manufaktur. Bila nilai itu naik, maka biasanya harga jual akan ikut naik, dimana nanti juga bisa memicu terjadinya inflasi nasional yang membuat pemerintah dan bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga.
  • Unemployment Rate, adalah indikator yang menghitung jumlah prosentase pengangguran yang masih aktif mencari pekerjaan di suatu negara.
  • Jobless Claim atau Unemployment Claim, adalah jumlah klaim dari pengangguran yang mendapatkan tunjangan dari negara tersebut.
  • Trade Balance, adalah selisih antara nilai ekspor yang dikurangi nilai impor suatu negara. Bila defisit, maka negara lebih banyak melakukan impor, sementara bila surplus makan nilai ekspor lebih besar dibanding impor.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger