Apa Itu Current Account ?

Saturday, April 29, 2017 | comments


Pengertian Current Account

Current Account adalah selisih nilai dari ekspor dan impor, yang termasuk pula barang maupun jasa, namun tidak termasuk hitungan dari hutang atau kewajiban. Dalam kebijakan ekonomi suatu negara, data ini termasuk penting terutama untuk pada neraca dagang suatu negara.  Meskipun didalamnya berkaitan dengan ekspor dan impor, current account tidak sama dengan trade balance yang merupakan data yang mengukur selisih ekspor dan impor.
Sederhananya adalah Current Account adalah dampak yang diperoleh dari data trade balance, ditambah dengan keluar masuknya uang dari dan ke suatu negara yang menggambarkan keseluruhan kegiatan keuangan atau finansial negara tersebut. Karena trade balance itu berkaitan dengan Current Account, maka bila data yang diperoleh trade balance adalah misalkan defisit, maka current account-nya cenderung ikut defisit.
Jadi ketika kita akan memprediksi atau ingin tahu kira-kira apakah Current Account suatu negara itu defisit atau surplus, gampangnya adalah melihat data trade balance-nya. Meskipun hasilnya tidak selalu sama, tapi polanya cenderung sama, yaitu misal trade balance defisit, current accountnya cenderung defisit, dan bila surplus maka current account juga ikutan surplus.

Apa Itu Current Account di pasar forex

Pengaruh Current Account Terhadap Nilai Tukar Mata Uang

Current Account sering kali luput dari perhatian trader, karena meskipun termasuk indikator yang penting untuk mata uang maupun kondisi ekonomi suatu negara, hasil di pasar market cenderung seperti tidak terdampak besar dari efek pengumuman nilai current account.
Memang secara garis besar, trader lebih cenderung melihat ke Trade Balance yang mana hasil dari trade balance tadi yang datanya bisa membuat pemerintah membuat kebijakan apakah ada upaya menaikkan atau menurunkan nilai mata uang. Trade Balance yang surplus, membuat pemerintah tidak terlalu memberikan tekanan pada bank central untuk menaikkan suku bunga. Bila trade balance minus atau defisit, maka pemerintah perlu memberikan tekanan bagi bank central untuk menaikkan suku bunga. Efek dominonya adalah bila suku bunga naik, maka mata uang cenderung menguat, bila suku bunga tetap atau turun, maka mata uang lebih cenderung menurun.
Kaitannya dengan Current Account tadi adalah, bila Trade Balance surplus, maka Current Account juga cenderung surplus yang mana kemudian Pemerintah tidak perlu memberikan tekanan kepada Bank Central untuk menaikkan suku bunga, dan efeknya adalah mata uang negara terkait cenderung melemah. Sebaliknya bila Current Account defisit, maka mata uang akan cenderung menguat, karena pemerintah merasa perlu menaikkan suku bunga bank.
Meski begitu ada kalanya Trade Balance surplus, namun current account minus / defisit. Kondisi ini bisa saja terjadi karena ketika kita import sudah harus membayar tagihannya, sementara tagihan expor kita belum dibayarkan. Sehingga karena tidak ada pemasukan uang atau dana, maka kemudian dicatat di current account sebagai defisit.

Credits : Nitra1Darson.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger