Beberapa Tipe Trader Forex

Tuesday, March 28, 2017 | comments





Pada umumnya ada 3 tipe trader bila dilihat dari karakter trading mereka.

Scalpers
Trader Scalper merupakan tipe trader yang melihat peluang terkecil di pasar forex. Dasar analisa atau tehnik yang digunakan adalah penggunakan periode waktu yang pendek, ( 1 menit, 5 menit dan 15 menit ). Mereka juga cenderung menutup posisi transaksi mereka dengan point yang kecil, sekitar 5-15 pips saja. Namun dalam 1 hari biasanya mereka memiliki kecenderungan membuka banyak posisi, antara 5-40 transaksi dalam sehari. Karena itu, konsentrasi yang tinggi sangat dituntut untuk menentukan posisi buy atau sell.
Meski begitu, kebanyakan tipe trader scalper sering mengabaikan stop-loss. Sehingga ketika harga bergerak tidak sesuai dengan analisa, akan mengalami kerugian yang cukup lumayan.



Day Trader
Trader yang bertipe “Day Trader” biasanya menggabungkan analisa teknikal dan fundamental dengan korelasi waktu atau periode yang besar, H-4 ataupun D-1 untuk melihat trend market. Meski begitu, mereka memiliki kecenderungan mengambil keputusan dengan periode waktu yang lebih kecil, misal M15, M30 atau H-1. Sementara analisa fundamental biasanya berdasarkan data yang ada di kalender ekonomi. Point yang dihasilkan pun cenderung lebih besar, antara 30-60 point, dan transaksi per minggu sekitar 5-15 transaksi saja, atau sekitar 3 posisi per hari.

Swing Trader atau Position Trader
Hampir sama dengan seorang yang bertipe Day-trader, mereka menggunakan gabungan teknikal dan fundamental untuk menganalisa market. Tapi korelasi timeframe yang digunakan lebih besar lagi, yaitu W1 sampai MN1 untuk melihat trend, dan D-1 untuk mengambil keputusan buy or sell. Fundamental hanya mengambil data yang terlihat memiliki high impact saja. Transaksi yang dilakukan pun minim sekali, dalam sebulan mungkin hanya 1-5 kali transaksi saja, dengan raihan ratusan pips/point.Swing trader biasanya memiliki ratio Stop loss yang ideal dan rasional, dan berani mengambil keputusan untuk melakukan cut secara manual apabila ada perubahan trend mendadak yang dihasilkan dari news/berita yang berdampak besar dan berlawanan dengan posisi entry.

Tipe Trader Forex
Seorang trader forex adalah mereka yang berprofesi sebagai trader di pasar forex baik secara individual maupun team ataupun korporasi. Tujuannya sudah jelas, yaitu mendapatkan keuntungan melalu transaksi di pasar forex. Tapi forex bukanlah profesi yang mudah dijalani, terlebih sekali faktor resiko yang juga sama besarnya dengan potensi meraih keuntungannya. Sering kali seorang trader “gagal” menjadi seorang trader karena pada awalnya mereka tergiur oleh iming-iming potensi keuntungan yang besar dan bisa didapat dalam waktu singkat. Padahal kenyataannya hal itu susah dicapai, dan kecenderungannya malah trader akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Trader Forex yang berhasil sukses adalah bila Anda bisa bertahan dan benar-benar “hidup dari hasil trading Anda”. Untuk menuju tahap tersebut memang butuh waktu dan perjuangan yang tidak mudah. Paling penting adalah perlu pemahaman yang tepat mengenai  :


  1. Tehnik trading Forex : Hal ini wajib bagi seorang trader, karena bagaimanapun juga untuk melakukan trading, harus memahami dengan baik tehnik-tehnik trading.
  2. Manajemen Resiko : Dibanding dengan money management, saya merasa lebih klop dengan Manajemen resiko, karena di bisnis forex resiko loss itu sangat tinggi sekali. Kecenderungan loss itu lebih besar daripada kecenderungan mendapat untung. Dengan mengetahui resiko loss, maka Anda bisa memaksimalkan hasil trading Anda.
  3. Manajemen Psikologis : Selain resiko, yang perlu di menej dengan baik adalah Psikologis Anda. Hal ini penting sekali, karena sekali emosi anda labil, maka trading Anda akan kacau sekali. Ketika psikologis Anda sudah terserang, maka pengambilan keputusan ( buy/sell ) akan sering sekali tidak tepat, dan akan cenderung melawan market karena ke egoisan Anda.


Trader Profesional
Trader Amatir
Memahami tehnik trading forex dengan sangat baik
Belum memahami tehnik trading forex dengan baik
Selalu membuat “Trading Plan” dengan baik / sangat rasional
Cenderung belum mempunyai rencana trading yang matang
Sudah bisa mengelola resiko dengan efektif
Belum bisa mengelola resiko dengan baik
Merasa nyaman dan tenang ketika trading walau dalam kondisi rugi
Cenderung panik dan gelisah ketika posisi trading mengalami kerugian
Selalu Jujur pada keuntungan dan kerugiannya, dan fokus kepada memperbaiki kesalahan yang mengakibatkan kerugian.
Cenderung “pamer profit” dan menyembunyikan kondisi loss / rugi
Transaksi selalu di jurnal dan di review dengan baik dan rutin
Tidak memiliki jurnal. Andaipun mempunyai, biasanya hanya temporary saja.




Share this article :

Post a Comment

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger