Modal Besar vs Modal Kecil

Wednesday, March 29, 2017 | comments

Perdebatan modal besar vs modal kecil

Ketika Anda masuk dunia trading forex, akan selalu menemukan suatu perdebatan mengenai modal yang di perlukan untuk sukses di bisnis forex. Beberapa orang bilang, untuk sukses di forex harus punya modal yang besar. Sementara beberapa orang yang lain mengatakan, dengan modal kecilpun Anda bisa sukses di bisnis forex. Perdebatan modal besar vs modal kecil ini akan terus mengiringi Anda ketika anda menggeluti bisnis ini. Bahkan kemungkinan Andapun akan ikut masuk dalam perdebatan yang tidak akan ada ujungnya ini.

Ada sebuah statement yang menggelitik soal modal di forex, kira-kira begini statement yang dibuat seorang trader.

Ingin sukses di forex dengan modal $10 – $100 ? Anda menunjukkan diri sebagai bukan bisnisman, melainkan seorang penjudi yang ingin meraih untung sebanyak mungkin dengan modal yang minim. Seorang pengusaha kecil saja, misal tukang bakso, setidaknya membutuhkan modal awal sekitar Rp. 10.000.000, lalu anda hanya bermodal $100 atau sekitar Rp. 1 juta sekian ? Jadi Anda itu pebisnis atau penjudi ?

Pernyataan diatas seolah menghakimi para trader yang berjuang dengan modal kecil, dan menganggap trader modal kecil hanyalah seorang penjudi.

Kelola Transaksi bukan fokus ke modal

Pernyataan tadi memang ada benarnya, tapi perlu dicatat, apakah tukang bakso tadi tidak berjudi dengan keputusannya menjadi tukang bakso ? Menurut saya, baik tukang bakso maupun trader dan penjudi sekalipun, mempunyai prinsip bisnis yang sama, yaitu : “Modal sekecil mungkin dan hasil semaksimal mungkin”.  Jadi dengan posisi sama-sama berjudi dengan keputusan yang dibuat, maka bukankah mengambil kesempatan dengan modal sekecil-kecilnya lebih baik ?

Persoalan modal ini ternyata pada akhirnya akan berujung pada profesi seseorang. Mereka yang menganjurkan trading dengan modal yang besar ( minimal $1000 ) mempunyai kecenderungan berprofesi sebagai seorang ib atau marketing suatu broker. Faktanya, dengan modal besar akan membuat trader semakin sering melakukan entry atau open position, dimana itu berarti akan ada komisi untuk IB atau marketing yang bersangkutan. Karena dengan modal yang kecil, trader semakin jarang melakukan entry, yang berarti pula komisi untuk IB atau Marketing menjadi kecil.

Trader dengan modal kecil, biasanya cenderung lebih mampu mengelola “equity” mereka. Posisi di balance yang hanya sedikit itu membuat mereka berhati-hati dalam melakukan entry, dan hanya trading ketika benar-benar menemukan moment yang tepat. Karena bila tidak berhati-hati dan salah entry/posisi, akun akan cepat mengalami margin call atau MC. Sementara trader dengan modal yang besar, memiliki ketahanan yang lebih leluasa dibanding yang bermodal kecil. Akibatnya karena keleluasaan itu, menjadikan mereka sedikit ceroboh dan kurang berhati-hati ketika melakukan entry.

Jadi itu tadi masalah modal besar vs modal kecil. Pada dasarnya baik modal besar atau kecil akan berakibat sama bila tidak dikelola dengan baik. Pointnya kelola modal Anda, lakukan analisa dengan baik sehingga ketika melakukan open posisi atau entry, hasilnya pun akan lebih maksimal.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger