Serakah Dalam Trading Forex

Friday, May 26, 2017 | comments


Sifat serakah dalam trading forex, selalu akan menjadi "alasan" bagi trader yang mengalami loss atau bahkan mc. Hal ini adalah yang mudah dibandingkan menyalahkan diri sendiri ketika mengalami loss.

Ada contoh seperti ini :
Seorang trader berhasil mendapatkan profit beruntun dari modal yang di depositkan $10, profit menjadi $15, $20, $25, karena merasa mendapat profit yang banyak, dia trading lagi dan melipat gandakan lot yang digunakan dengan harapan akunnya berhasil menjadi $50. Alhasil harga ternyata berlawanan dengan posisi entrynya, dan mengalami floating sampai hampir 50% balance. Dalam pikirannya, paling koreksi saja, dan saat harga sudah floating lebih dari 60%, mulai panik, dan benar ketika kena Stop Out, yang keluar dari mulutnya adalah "ah andai tadi tidak serakah" pasti akunnya masih ada $20-an.

Dalam kondisi seperti diatas Serakah akhirnya seperti menjadi kambing hitam atas kesalahan yang dibuatnya. Kesalahan paling fatal adalah, tidak memperhitungkan resiko maksimal yang akan diterimannya dengan tidak meletakkan SL ( Stop Loss ). Hal ini menunjukkan dirinya sedang dalam kondisi sangat percaya diri dengan entry yang dilakukan. Padahal bila menggunakan Stop Loss ( sesuai dengan perhitungan risk ) maka loss yang diterima tidak sebesar yang dialami sekarang.

Apa Tujuan Anda Trading ?

Dalam kondisi seperti itu akan timbul pertanyaan dalam diri trader, apa sih tujuan Anda trading forex ? ketika pertanyaan itu muncul, akan ada berbagai macam jawaban, tapi rata-rata trader akan menjawab seperti ini :

  1. Pengen dapat duit cepat.
  2. Pengen hidup santai
  3. Pengen wd konsisten
  4. Pengen profit konsisten
Apakah salah ? Ya ngga salah juga, cuma jawaban no 1, pengen dapet duit cepat itu lebih masuk akal, sementara yang lain ya keinginan yang biasanya merupakan sifat dasar manusia. 

Lalu salahnya dimana, kalau bukan karena serakah ? Salahnya adalah karena sebelum entry tidak melakukan perhitungan lebih dahulu, sehingga cenderung mengabaikan resiko, dan hanya fokus kepada kalau profit. Padahal forex itu adalah bisnis, kalau forex adalah bisnis, bukankah dalam melakukan aktifitas tradingnya harus melalui perhitungan yang matang seperti layaknya bisnis konvensional. Kalau tidak melakukan perhitungan ya tidak bisa dibilang forex itu adalah bisnis Anda, dan lebih cenderung kepada pokoknya trading dan seolah seperti main game saja, pokoknya hajar.

Menyalahkan "Serakah" kok rasanya terlalu gimana gitu, dan kurang tepat juga rasanya menyalahkan serakah. Karena serakah itu adalah sifat dasar manusia untuk mendapatkan lebih dari yang sudah di dapat sekarang. Sekarang misalnya manusia tidak serakah, orang akan cenderung menyimpan uang di bawah kasur daripada di bank, pegawai tidak nyambi pekerjaan part time, tidak nyari bisnis sampingan. Paling terasa adalah ketika rasa serakah tidak terlibat dalam diri manusia, maka kecenderungan yang jadi dunia akan berjalan ditempat, tidak ada ambisi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih ( secara positif ). Lalu bila dalam trading menghilangkan serakah kok rasanya ya ga mungkin ya, kalau ga serakah ya ndak usah trading saja sekalian.

Mengelola "Serakah" dalam trading forex

Jadi daripada menyalahkan "serakah" bukankah lebih baik untuk memanage rasa serakah itu untuk trading yang lebih baik. Untuk itu perlu diukur seberapa serakah diri Anda ? Caranya ya menuliskan apa yang ingin dicapai melalui trading forex Anda. Tulis yang jelas apa yang diinginkan misal berupa barang tulis begini : "Saya ingin membeli mobil, mobil apa, harga berapa, ingin dicapai dalam berapa bulan ?". Setelah itu cari metode trading apa yang sudah cocok dan sudah menghasilkan dan jalankan tradingnya dengan tujuan yang jelas tadi. Sehingga apabila terjadi salah posisi atau entry, anda akan lebih berani melakukan cut loss sebelum apa yang Anda punya habis semuanya.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Luke home and design
Copyright © 2017. Portal Belajar Forex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger